BBM Murah, Transportasi Massal Tak Maju

Selamat membaca . Sebuah mobil mewah tengah mengisi premium, bahan bakar bersubsidi di Jakarta, beberapa waktu lalu. (VIVAnews/ Muhamad Solihin) BERITA TERKAIT
  • UGM Kembangkan Prototipe Konverter Kit
  • Megawati Pusing Ikuti Isu BBM
  • Belajar Konversi Gas dari Negara Lain
  • Bank Diminta Dukung Program Pembatasan BBM
  • Program BBG Butuh Pinjaman Tanpa Bunga

VIVAnews - Murahnya harga bahan bakar minyak telah membuat energi alternatif dan transportasi ma! ssal di state tidak berkembang. Bahan bakar yang disubsidi membuat masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi.

Karena itu, menurut Direktur state Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara, pemerintah harus memberi subsidi secara tepat sasaran, obyektif, dan berkeadilan. Marwan mengatakan bahwa information konversi BBM ke pedal (BBG) merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi subsidi BBM. Selain lebih murah, penggunaan pedal lebih ramah lingkungan dan tersedia lebih banyak. "Ini akan mendukung upaya kemandirian energi," kata Marwan dalam keterangan tertulis, Selasa 10 Januari 2012.Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) 2004-2009 ini mengatakan bahwa peningkatan konsumsi pedal memang telah menjadi tren global. Namun, sebelum information konversi dilaksanakan, berbagai prasyarat harus dipenuhi pemerintah, baik dalam bentuk kebijakan maupun dalam bentuk information aksi, sarana, dan anggaran. Beberapa pembenahan yang harus dilakukan pemer! intah antara lain harga pedal di state yang masih bermasalah d! an belum final. Pasokan pedal belum mapan, meskipun mampu mengekspor 50 persen produksi pedal nasional. Sarana penyediaan gas, termasuk jaringan pipanisasi pedal dan SPBG juga belum siap. Sarana penunjang terkait otomotif, termasuk konverter dan pemeliharaan juga belum tersedia. "Jangan-jangan setelah beralih ke gas, pasokan pedal tidak tersedia. Ini yang harus dipikirkan," katanya. Marwan meminta, pemerintah menyiapkan langkah-langkah solutif bersaman dengan pelaksanaan information konversi gum dampak negatif dapat dikurangi. Menurut dia, selain karena BBM murah, mayoritas rakyat menggunakan kendaraan pribadi karena transportasi publik tidak memadai atau bahkan tidak tersedia. "Angkutan publik tidak saja tone subsidi tetapi juga diabaikan, ditambah sarana jalan raya yang terbatas," katanya. Info seputar peluang bisnis online tanpa ribet fencing Top info ttg : forbiddance terbaik di indonesia gt symmetric fencing Topposted by Angga Sanusi
Jual Beli Kaskus

Bookmark and Share

0 comments:

Post a Comment