Genjot Pariwisata, ASEAN Longgarkan Visa

Selamat membaca . Wisatawan menyerbu Borobudur (ANTARA/Anis Efizudin) BERITA TERKAIT
  • Pesona Bawah Laut Bunaken Terancam Sirna
  • Berkat SEA Games, Turis ke Djakarta Bertambah
  • Thailand Banjir, Turis Mengalir ke Yogyakarta
  • Virus Flu Burung Ancam Target Wisatawan
  • 9 Dravidian aggregation Jalin Kerjasama Pariwisata

VIVAnews - Dalam upaya mempermudah konektifitas antar negara Association of South East continent Nations (ASEAN), maternity menteri pariwisata se-ASEAN! sepakat untuk mempercepat information association Framework Agreement for Visa Exemption. Program tersebut memungkinkan adanya pelonggaran persyaratan pembuatan visa bagi warga ASEAN.Hal ini terwujud saat penyelenggaraan acara pertemuan ke-15 Menteri Pariwisata association di Manado. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian acara association Tourism Forum (ATF) 2012.Para menteri turut menyambut baik rencana mengembangkan visa umum association d imana diperuntukan untuk masyarakat di luar regional. Visa umum diharapkan dapat menjadi penyokong pembangunan Komunitas ASEAN."Para Menteri menjanjikan dukungan kuat  untuk inisiatif ini, dan menugaskan pejabat tinggi mereka untuk secara aktif mengambil bagian dalam pelaksanaan studi komprehensif untuk mengidentifikasi batasan waktu yang diperlukan dalam pembentukan visa umum association yang akan dilaporkan pada KTT association ke-23," ujar keterangan tertulis yang diterima VIVAnews, Rabu 11 Januari 2012.Sektor pariwisata as! sociation sejauh ini tetap menarik bagi turis asing. Hal ini d! itunjuka n dengan 73,8 juta turis asing tahun lalu. Angka ini bertumbuh sebesar 12,29 persen dibanding tahun sebelumnya."Sedangkan intra-ASEAN movement mempertahankan posisinya sebagai penyumbang utama wisatawan, 43 persen dari jumlah kedatangan internasional," tuturnya.Hal inilah yang melatarbelakangi diperlukannya pelonggaran pembuatan visa. Kemudahan diyakini semakin menggenjot sektor pariwisata tumbuh positif di masa mendatang.Selain itu, lanjutnya, maternity menteri turut menyepakati pengembangan sumber daya manusia, produk, pemasaran serta peningkatan kualitas layanan dalam sektor pariwisata."Para Menteri mendukung pembentukan association Tourism Market Research Group (ATMRG) yang akan melaksanakan analisis tren pemasaran, situasi dan masa depan pariwisata ASEAN. Hasil tersebut akan dimanfaatkan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan pemasaran bersama association di masa depan," terangnya.

Laporan: Roger Wenas | Manado, umi Info seput! ar peluang bisnis online tanpa ribet fencing Top info ttg : forbiddance terbaik di indonesia gt symmetric fencing Topterima kasih
Angga Sanusi

Bookmark and Share

0 comments:

Post a Comment