Listing Perdana, Saham Tiphone Melesat
Wednesday, January 11, 2012 by Keith Mercer
- Pemilik Kilang Elpiji Besar Lepas Saham
- Kuartal I, BEI Yakin Tambah 4 Emiten Baru
- Kalah Start, Padi Fokus ke Investment Banking
- Emiten Pertama Listing di Tahun Naga
- Pegadaian Masuk city Semester Dua
VIVAnews - Perusahaan provider telepon seluler, PT Tiphone Mobile state Tbk resmi mencatatkan sahamnya di city Efek state (BEI) dengan kode TELE. Tiphone Mobile me! njadi emiten kedua setelah PT Minna Padi Investama Tbk yang mencatatkan saham perdananya pada 2012. "Sebagai emiten kedua di 2012, Tiphone sudah melakukan berbagai upaya untuk menunjang commercialism (initial open offering) di antaranya sosialisasi visi, misi dan continuance perusahaan. Tiphone Mobile resmi sudah hadir di pasar," kata Presiden Direktur Tiphone Mobile, Garuda Sugardo, dalam sambutannya pada organisation saham perseroan di BEI, Jakarta, Kamis, 12 Januari 2012.
Pada perdagangan perdana hari ini, harga saham TELE yang dijual Rp310 per saham langsung naik ke take Rp350 dengan transaksi terendah Rp340 dan tertinggi Rp350. Jumlah transaksi pada pembukaan perdagangan saham sebanyak tujuh transaksi dan intensity 2.476 aggregation dengan nilai Rp400 juta. Harga saham TELE terus merangkak naik ke take Rp380 per saham atau 22,58 persen sekitar pukul 9.33 waktu JATS. Nilai transaksi dari perdagangan tersebut mencapai Rp641 juta.
Tiphone menawarka! n sekitar 1,35 miliar saham atau 25,23 persen saham dengan ha! rga Rp31 0 per unit. Dengan demikian, jumlah dana yang dapat diraih dari penjualan saham ini mencapai Rp418,5 miliar.
Selain saham, TELE juga menerbitkan Waran Seri I yang menyertai seluruh saham biasa atas nama sebanyak 1,33 miliar unit. Waran itu diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif dari pemegang saham baru yaitu setiap pemegang dua saham baru berhak atas satu waran. Manajemen TiPhone mengklaim, jumlah pemesanan yang masuk mencapai empat kali lipat dari direct awal. Garuda Sugardo mengaku optimistis langkah pencatatan saham perusahaan di BEI akan membantu perbaikan kinerja dan pelaksanaan strategi-strategi usaha yang telah ditetapkan untuk mencapai kinerja keuangan. Sekitar 88,58 persen dana hasil commercialism rencananya akan digunakan untuk pelunasan kewajiban anak perusahaan Tiphone, yaitu PT Telesindo Shop. Sementara itu, sekitar 11,42 persen digunakan untuk pembiayaan normal kerja. Tahun ini, perseroan menargetkan kenaikan laba bersih sebesar 29,41 per! sen dari tahun lalu menjadi Rp220 miliar. Tahun lalu, estimasi laba bersih Tiphone sebesar Rp170 miliar, sedangkan pendapatan sepanjang 2012 diharapkan bisa naik 21,2 persen dari tahun sebelumnya yaitu Rp6,66 triliun. Bertindak selaku penjamin emisi dalam penawaran umum saham perdana ini, PT Sinarmas Sekuritas. Saham PT Tiphone Mobile state Tbk (TELE) dicatatkan di papan utama. Saham TELE masuk dalam kategori saham di sektor perdagangan, jasa, dan investasi. (art) Info seputar peluang bisnis online tanpa ribet fencing Top info ttg : forbiddance terbaik di indonesia gt symmetric fencing Topterima kasih
Angga Sanusi
Post a Comment